Genjer Hijau
SAI Roots
Single • 2026
Tumbuh liar di pinggir kali
Genjer hijau saksi hari
Dipetik lapar, dimasak nadi
Hidup pahit dibikin berani
Angin malam bisikkan janji
Kami hidup walau dicaci
Genjer di aspal, akar di bumi
Kami napas, kami berdiri
Pagi basah, kaki telanjang nyium tanah
Ibu petik daun, bukan mimpi mewah
Perut keroncong jadi metronom doa
Tiap kunyah rasa getir jadi asa
Tak ada piring emas di meja reyot
Cuma sambal pedas, nasi seadanya doang
Tapi dari situ tulang punggung ditempa
Mental baja lahir dari dapur sederhana
Kata orang kecil tak layak bicara
Suara serak kami dibilang ganggu acara
Padahal kami cuma nyanyi soal hidup
Tentang bertahan saat dunia pelit peluk
Genjer diremehkan, dibilang makanan susah
Tapi dia selamatkan hari saat harapan runtuh
Tumbuh liar di pinggir kali
Genjer hijau saksi hari
Dipetik lapar, dimasak nadi
Hidup pahit dibikin berani
Angin malam bisikkan janji
Kami hidup walau dicaci
Genjer di aspal, akar di bumi
Kami napas, kami berdiri
Di kota lampu neon, lapar pakai jas
Senyum palsu nutup utang yang keras
Gedung tinggi bayangin kampung tergusur
Tanah dijual, cerita dikubur
Kami bukan headline, bukan trending topic
Tapi roda negeri muter di pundak kami
Keringat jatuh kayak hujan sore
Tak tercatat tapi negeri berdiri di situ
Genjer jadi simbol yang tak kau ajar di sekolah
Tentang bertahan tanpa banyak kata
Tentang makan apa yang ada
Tanpa mengeluh ke langit tiap masa
Kalau kau dengar lagu ini di malam sepi
Ingat—yang sederhana sering paling murni
Tumbuh liar di pinggir kali
Genjer hijau saksi hari
Dipetik lapar, dimasak nadi
Hidup pahit dibikin berani
Angin malam bisikkan janji
Kami hidup walau dicaci
Genjer di aspal, akar di bumi
Kami napas, kami berdiri
Kami tak minta dikasihani
Cukup ruang buat bernyanyi
Tak minta disanjung tinggi
Cukup adil di hari ini
Bila kau lupa rasa lapar
Lagu ini pengingat sadar
Bahwa negeri bukan cuma panggung elite
Tapi suara kecil yang keras meski serit
Genjer di lumpur, genjer di jalan
Cerita lama ganti pakaian
Bukan nostalgia kosong semata
Tapi pesan hidup lintas masa
Tumbuh liar di pinggir kali
Genjer hijau saksi hari
Dipetik lapar, dimasak nadi
Hidup pahit dibikin berani
Angin malam bisikkan janji
Kami hidup walau dicaci
Genjer di aspal, akar di bumi
Kami napas, kami berdiri
Tumbuh liar di pinggir kali
Genjer hijau saksi hari
Dipetik lapar, dimasak nadi
Hidup pahit dibikin berani
Angin malam bisikkan janji
Kami hidup walau dicaci
Genjer di aspal, akar di bumi
Kami napas, kami berdiri