‎    ‎    ‎    ‎    ‎    ‎    ‎    ‎    Lirik Genjer Hijau | SAI Roots
Single

Lirik Genjer Hijau

Tumbuh liar di pinggir kali

Genjer hijau saksi hari

Dipetik lapar, dimasak nadi

Hidup pahit dibikin berani


Angin malam bisikkan janji

Kami hidup walau dicaci

Genjer di aspal, akar di bumi

Kami napas, kami berdiri


Pagi basah, kaki telanjang nyium tanah

Ibu petik daun, bukan mimpi mewah

Perut keroncong jadi metronom doa

Tiap kunyah rasa getir jadi asa

Tak ada piring emas di meja reyot

Cuma sambal pedas, nasi seadanya doang

Tapi dari situ tulang punggung ditempa

Mental baja lahir dari dapur sederhana


Kata orang kecil tak layak bicara

Suara serak kami dibilang ganggu acara

Padahal kami cuma nyanyi soal hidup

Tentang bertahan saat dunia pelit peluk

Genjer diremehkan, dibilang makanan susah

Tapi dia selamatkan hari saat harapan runtuh


Tumbuh liar di pinggir kali

Genjer hijau saksi hari

Dipetik lapar, dimasak nadi

Hidup pahit dibikin berani


Angin malam bisikkan janji

Kami hidup walau dicaci

Genjer di aspal, akar di bumi

Kami napas, kami berdiri


Di kota lampu neon, lapar pakai jas

Senyum palsu nutup utang yang keras

Gedung tinggi bayangin kampung tergusur

Tanah dijual, cerita dikubur

Kami bukan headline, bukan trending topic

Tapi roda negeri muter di pundak kami

Keringat jatuh kayak hujan sore

Tak tercatat tapi negeri berdiri di situ


Genjer jadi simbol yang tak kau ajar di sekolah

Tentang bertahan tanpa banyak kata

Tentang makan apa yang ada

Tanpa mengeluh ke langit tiap masa

Kalau kau dengar lagu ini di malam sepi

Ingat—yang sederhana sering paling murni


Tumbuh liar di pinggir kali

Genjer hijau saksi hari

Dipetik lapar, dimasak nadi

Hidup pahit dibikin berani


Angin malam bisikkan janji

Kami hidup walau dicaci

Genjer di aspal, akar di bumi

Kami napas, kami berdiri


Kami tak minta dikasihani

Cukup ruang buat bernyanyi

Tak minta disanjung tinggi

Cukup adil di hari ini

Bila kau lupa rasa lapar

Lagu ini pengingat sadar

Bahwa negeri bukan cuma panggung elite

Tapi suara kecil yang keras meski serit


Genjer di lumpur, genjer di jalan

Cerita lama ganti pakaian

Bukan nostalgia kosong semata

Tapi pesan hidup lintas masa


Tumbuh liar di pinggir kali

Genjer hijau saksi hari

Dipetik lapar, dimasak nadi

Hidup pahit dibikin berani


Angin malam bisikkan janji

Kami hidup walau dicaci

Genjer di aspal, akar di bumi

Kami napas, kami berdiri


Tumbuh liar di pinggir kali

Genjer hijau saksi hari

Dipetik lapar, dimasak nadi

Hidup pahit dibikin berani


Angin malam bisikkan janji

Kami hidup walau dicaci

Genjer di aspal, akar di bumi

Kami napas, kami berdiri