Album - Sience 1980
Lirik Salam JienSho
Langkah kaki berat, ritme dentum berdetak,
Di gang sempit asap naik—suasana makin pekat.
Kera Sakti berdiri, tangan terkunci rapat,
Bukan cari ribut, tapi jangan test alur yang melekat.
Salam Jinso di udara, hormat pada tradisi,
Jalan panjang ditempa, bukan sekadar ambisi.
“Di atas langit masih ada langit”, itu visi—
Makanya tiap gerak tegas, tak ada aksi basi.
Gendang malam berdentum, iramanya tetap slow,
Tapi lantunan gua barbar, tembak kata kayak blow.
Ilmu bukan dipamer, tapi dijaga biar grow,
Yang sombong di depan, biasanya mental yang low.
Ohh… Kera Sakti melangkah tenang…
Ohh… Salam Jinso mengikat jiwa pejuang…
Ohh… siapa naik kepala biasanya hilang…
Karena di atas langit masih ada langit yang lebih terang…
[Verse 2 – Lantunan Gelap]
Taklukkan ego dulu, baru naik level,
Yang cuma gaya banyak, biasanya cepat nge-trouble.
Di jalur ini disiplin itu kunci utama,
Bukan gaya preman, bukan tampang cari drama.
Kera Sakti bukan sekedar nama, itu napas,
Gerakannya halus, tapi impact bisa keras.
Irama pelan menghantam, dentumnya tetap panas,
Lantunan gua turun brutal, pecah lorong jadi luas.
Salam Jinso terangkat, simbol hormat bukan geng,
Yang ngaco di luar sana cuma bikin vibes bengkok beng.
Gua datang bawa cerita, bukan bikin masalah,
Tapi kalau lo uji alur? Ya wassalam—mental pecah.
Ohh… Kera Sakti melangkah tenang…
Ohh… Salam Jinso mengikat jiwa pejuang…
Ohh… siapa naik kepala biasanya hilang…
Karena di atas langit masih ada langit yang lebih terang…
Ilmu turun-temurun, bukan buat gaya jalan,
Siapa jaga adab, dialah yang disanjung zaman.
Yang cuma pamer baju? cepat hilang tanpa pesan,
Karena jalur ini butuh hati, bukan cuma tampang ganas nan.
Kera Sakti dalam cerita ini bergerak macam bayangan,
Lincah, gesit, tiap pukulan penuh perhitungan.
Irama membawa damai, tapi lantunannya tetap hantaman,
Perpaduan dua dunia buat mental jadi goyangan.
Salam Jinso tinggi, bukan simbol perang,
Tapi wujud hormat dalam tiap langkah yang tenang.
Yang lupa diri, mudah kena tendang,
Sebab di atas langit ada langit, ingat itu sepanjang.
Dentum turun… lantunan naik… suara makin padat,
Cerita makin liar, tapi tetap terarah dan sehat.
Dalam dunia ini, karakter kuat yang bertahan,
Yang lemah mentalnya biasanya cepat jadi korban zaman.
[Bridge – Vokal Santai]
Ohh… Kera Sakti melangkah tenang…
Ohh… Salam Jinso mengikat jiwa pejuang…
Ohh… siapa naik kepala biasanya hilang…
Karena di atas langit masih ada langit yang lebih terang…
Ohh… Kera Sakti melangkah tenang…
Ohh… Salam Jinso mengikat jiwa pejuang…
Ohh… siapa naik kepala biasanya hilang…
Karena di atas langit masih ada langit yang lebih terang…