Salam Dari Timur
SAI Roots
Reborn Riddim • 2026
Dari tanah yang hijau sampai laut paling biru
Papua bukan cerita, ini darah dan waktu
Hutan bicara lirih, dengar angin bersaksi
Jejak kaki leluhur masih jaga negeri
Bukan sekadar peta di lembaran birokrasi
Ini rumah, ini mama, ini nadi
Anak-anak tumbuh dengan harap yang berat
Belajar keras di bawah langit yang pekat
Mereka bilang sabar, tapi sabar ada batas
Kalau janji cuma asap, keadilan cuma kertas
Kami tak minta istana, tak haus mahkota
Cuma hak hidup layak di tanah sendiri, saudara
Papua… dengar pesan dari jiwa
Kami berdiri bukan untuk luka
Papua… satu tanah satu suara
Hormat datang, bukan paksaan senjata
Kami lelah jadi judul berita sesaat
Datang rame-rame, hilang cepat
Lelah disebut masalah tanpa didengar
Padahal kami cuma ingin setara
Jalan panjang rusak, sekolah kurang cahaya
Tapi semangat anak timur tak pernah padam nyala
Di balik senyum ada cerita getir
Tentang emas yang pergi, tentang perut yang menjerit
Jangan ukur kami dari stigma dan rasa takut
Kami bukan angka, kami denyut
Beda warna kulit bukan alasan membelah
Di tanah ini semua manusia sama derajat
Hormat… bukan belas kasihan
Dengar… bukan pembungkaman
Papua hidup… Papua bicara…
Papua… dengar pesan dari jiwa
Kami berdiri bukan untuk luka
Papua… satu tanah satu suara
Damai tumbuh dari keadilan nyata
Pesan ini bukan api buat membakar
Tapi cahaya buat yang mau sadar
Kalau luka dibiarkan, ia akan bernyanyi
Dalam nada marah yang tak henti
Kami ingin duduk, bicara setara
Tanpa laras panjang, tanpa curiga
Karena cinta tanah lahir itu suci
Tak bisa dibungkam, tak bisa dibeli
Dari Raja Ampat sampai pegunungan sunyi
Kami jaga harap walau sering diuji
Papua bukan ujung, Papua adalah awal
Tempat Indonesia belajar adil dan dewasa total
Papua… dengar pesan dari jiwa
Kami berdiri bukan untuk luka
Papua… satu tanah satu suara
Hormat datang, bukan paksaan senjata
Papua… dengar pesan dari jiwa
Kami berdiri bukan untuk luka
Papua… satu tanah satu suara
Damai tumbuh dari keadilan nyata